Mengusung tema “Cakup Digital, Cerdas Finansial, dan Siap Berkarya untuk Sumsel Maju”, kegiatan ini dirancang sebagai wadah strategis untuk melahirkan wirausaha muda yang kompetitif dan bijak dalam mengelola keuangan.
Komitmen Melahirkan 100 Ribu Inovator Muda
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, mengungkapkan bahwa Program Sultan Muda yang berjalan dalam beberapa tahun terakhir ini menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan.
“Program Sultan Muda telah menjangkau 10.334 orang di Sumatera Selatan. Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri di bidang kewirausahaan dan literasi keuangan,” ujar Arifin.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya berfokus pada teori keuangan, melainkan juga membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan melalui pelatihan, pendampingan, hingga digitalisasi usaha dan pembukaan akses jejaring bisnis.
Dukungan penuh juga datang dari pusat. Yopy Prabowo, Asisten Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mendukung target lahirnya 100 ribu Sultan Muda di Palembang.
“Semoga ke depannya tidak hanya 100 ribu Sultan Muda saja, tapi juga lahir 100 ribu inovator dan 100 ribu pemimpin bangsa di masa depan,” kata Yopy, sembari menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membantu UMKM daerah naik kelas.
Tantangan Gubernur Sumsel: Keluar dari Zona Nyaman
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyatakan bahwa Program Sultan Muda merupakan implementasi nyata dari arahan Presiden RI untuk memperkuat UMKM sebagai pilar utama ekonomi nasional. Hingga saat ini, lebih dari 20 program telah berjalan di sekitar 25 titik di Sumsel.
Herman Deru pun menantang generasi muda Sumsel untuk berani mengambil peluang ini demi meningkatkan kapasitas diri.
“Saya ingin anak-anak muda Sumatera Selatan tertantang mengikuti Program Sultan Muda. Jadikan program ini tempat belajar, berproses, dan mempersiapkan diri menjadi pengusaha sukses yang mampu bersaing di era digital,” tegasnya.
Di sisi lain, ia juga memberikan peringatan keras terkait maraknya fenomena keuangan digital yang merugikan. Ia mengimbau agar generasi muda cerdas mengelola keuangan dan tidak terjebak gaya hidup konsumtif.
“Jangan bergaya di luar kemampuan, jangan lari dari masalah, dan jangan sampai meminjam dana dari pinjaman online hanya untuk berjudi online,” tambah Herman Deru.
Dibekali Keterampilan Digital Praktis
Tidak hanya berisi seminar teori, Sultan Muda Fair 2026 juga menghadirkan serangkaian workshop digital kreatif. Di sini, para peserta dibekali dengan berbagai keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha mandiri saat ini, seperti:
- Keterampilan desain visual menggunakan Canva.
- Strategi pemasaran digital (digital marketing).
- Pemanfaatan teknologi tepat guna untuk pengembangan skala usaha.
Melalui perhelatan ini, OJK dan seluruh pemangku kepentingan berharap para pemuda Sumatera Selatan tidak sekadar menjadi penonton, melainkan mampu menciptakan usaha yang inovatif, adaptif, dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (Frs)