Banjir Jadi Alarm: Lurah 26 Ilir D Satu Perketat Pengawasan dan Sanksi Lingkungan

Palembang, garudajelajah.com – Lurah 26 Ilir D Satu, Chairil, menunjukkan respons cepat dalam mengantisipasi banjir saat musim penghujan. Sebagai perpanjangan tangan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, langkah konkret langsung dilakukan melalui normalisasi saluran air dan penegakan aturan lingkungan.

Bersama Dinas Pekerjaan Umum Kota Palembang, Chairil turun langsung ke lapangan melakukan normalisasi anak sungai di sejumlah titik rawan, terutama di kawasan Jalan Sambu, Kapten A. Rivai—wilayah yang selama ini kerap menjadi langganan genangan saat hujan deras.

Normalisasi tidak hanya sebatas pembersihan, tetapi juga mencakup pengangkatan sedimentasi dan tumpukan sampah yang selama ini mempersempit aliran air. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penyebab utama banjir yang terus berulang.

Namun, persoalan banjir tidak berhenti pada aspek teknis. Faktor perilaku masyarakat juga menjadi sorotan. Pemerintah kelurahan mulai mengambil langkah tegas dengan memberlakukan sanksi bagi warga yang masih membuang sampah sembarangan, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan warga. Tanpa perubahan perilaku, normalisasi sungai dinilai hanya menjadi solusi sementara.

Di sisi lain, Camat Ilir Barat I, Alexander, turut turun langsung meninjau kondisi wilayah terdampak, termasuk di SDN 01 Kota Palembang. Kehadirannya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan banjir di tingkat wilayah.

Chairil menegaskan, upaya ini merupakan langkah preventif yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi ikut menjaga lingkungan secara aktif.

“Kalau saluran sudah dibersihkan tapi masih ada yang buang sampah sembarangan, banjir akan terus terulang. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Dengan kombinasi normalisasi dan penegakan aturan, pemerintah berharap risiko banjir dapat ditekan. Namun, konsistensi pengawasan dan partisipasi masyarakat akan menjadi faktor penentu keberhasilan di lapangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *