Lahat, garudajelajah.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka serentak di wilayah jajaran Kodam II/Sriwijaya, Rabu (22/4/2026). Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program ini menjadi wujud nyata sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah pedesaan.
Pelaksanaan TMMD tahun ini dipusatkan di dua lokasi strategis, yakni Desa Lubuk Tampang, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat oleh Kodim 0405/Lahat, serta Desa Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir oleh Kodim 0402/OKI.
Upacara pembukaan di Kabupaten Lahat dipimpin langsung oleh Bupati Lahat, Burza Zarnubi, selaku inspektur upacara. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Ma’ruf Zainudin, Dandim 0405/Lahat Letkol Inf David Jihandika Hendry Wijayanto, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat.
Pembukaan TMMD ditandai dengan penandatanganan naskah program, penyerahan pekerjaan, serta pemberian alat kerja secara simbolis kepada perwakilan personel dan masyarakat sebagai tanda dimulainya kegiatan di lapangan.
Program TMMD ke-128 akan berlangsung selama 30 hari, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026, dengan melibatkan sekitar 150 personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat.
Adapun sasaran kegiatan mencakup pembangunan fisik dan nonfisik secara terintegrasi. Pada sektor fisik, kegiatan meliputi pembukaan jalan sepanjang 2 kilometer dengan lebar 6 meter, pembangunan enam unit plat duiker, pembangunan pos kamling, lima unit MCK, rehabilitasi sekolah TK dan masjid, pembangunan lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), serta pembuatan lima titik sumur bor.
Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan nonfisik seperti penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta edukasi pertanian dan kesehatan, termasuk pelayanan KB dan Posyandu.
Melalui program ini, diharapkan percepatan pembangunan desa dapat tercapai, kesejahteraan masyarakat meningkat, serta kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat sebagai fondasi pembangunan dari wilayah pedesaan. (*)









