Tanjung Menang, garudajelajah.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Organisasi Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memenuhi undangan silaturahmi dan koordinasi yang digelar oleh Koordinator Kecamatan (Korcam) di Desa Tanjung Menang. Kehadiran jajaran pimpinan teras DPW Sumsel ini menegaskan komitmen organisasi untuk memperkuat sinergi struktural sekaligus menyerap langsung aspirasi para petani.
Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sumsel, Ahmad Amazon, didampingi oleh Sekretaris DPW, Hariyono. Kehadiran mereka membawa gerbong lengkap fungsionaris DPW Sumsel guna membedah berbagai persoalan pertanian dari berbagai sektor.
Guna memastikan koordinasi berjalan komprehensif, sejumlah kepala bidang dan wakil ketua DPW Sumsel turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya, Nurdiansyah (OKK Bidang Diklat dan Kaderisasi), Anton (Bidang Hubungan antar Pemerintah), Nopri Ansyah, S.Sy., M.H. (Ketua Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum), Asri Wasobri (Ketua Bidang Perkebunan, Kehutanan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura), M. Roum Alfaris (Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi), Ismanto, Yancik, dan Ajarudin (Bidang Satgas).
Tak hanya dari jajaran wilayah, konsolidasi ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banyuasin, serta jajaran Koordinator Desa (Kordes), termasuk Kordes Desa Semontol dan para Kordes dari desa-desa sekitarnya.
Petani Keluhkan Keterbatasan Masa Tanam dan Krisis Alsintan
Dalam sesi serap aspirasi, para petani setempat menyampaikan keluh kesah mendalam terkait produktivitas lahan mereka. Hingga saat ini, para petani di Desa Tanjung Menang dan sekitarnya mengaku hanya bisa melakukan penanaman padi satu kali dalam setahun (IP 100). Keterbatasan ini utamanya disebabkan oleh sulitnya manajemen pengairan dan minimnya fasilitas pendukung di lapangan.
Petani sangat mengharapkan adanya bantuan nyata berupa alat mesin pertanian (alsintan) modern, khususnya bantuan alat pompa air untuk mengairi lahan persawahan mereka agar bisa meningkatkan intensitas tanam menjadi dua kali setahun.
Konsolidasi Program dan Pendampingan Petani
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sumsel, Ahmad Amazon, menyampaikan bahwa kehadiran seluruh bidang ini sengaja dilakukan agar program kerja organisasi bisa langsung diimplementasikan dan mencarikan solusi konkrit ke tingkat desa.
Ada beberapa poin krusial yang dibahas dalam pertemuan lintas struktural ini:
- Kaderisasi dan Edukasi: Bidang Diklat dan Kaderisasi bersiap menyusun program pelatihan tatap muka untuk meningkatkan kapasitas SDM petani lokal.
- Advokasi Hukum: Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum menegaskan komitmennya untuk siap mendampingi petani jika terjadi sengketa lahan atau masalah hukum lainnya.
- Ketahanan Pangan & Perkebunan: Pembahasan fokus pada optimalisasi komoditas tanaman pangan, hortikultura, sektor perkebunan rakyat, serta pengawalan mekanisasi pertanian guna merespons kebutuhan pompa air dan alsintan.
”Sinergi antara DPW, DPD Banyuasin, Korcam, hingga Kordes seperti di Desa Semontol ini adalah kekuatan utama kita. Aspirasi mengenai keterbatasan masa tanam dan kebutuhan mendesak akan alat pompa serta alsintan ini akan menjadi prioritas perjuangan kita. Tani Merdeka harus menjadi jembatan nyata agar suara petani di desa didengar oleh pemerintah,” ujar Ahmad Amazon dalam sambutannya.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara pengurus wilayah dengan para Kordes mengenai kendala pupuk dan infrastruktur pertanian di lapangan, kemudian diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol kesolidan organisasi. (faris)









