OKU Timur, garudajelajah.com – Angin segar berembus bagi petani dan pedagang di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, disambut meriah oleh masyarakat.
Kehadiran Sudaryono bukan sekadar agenda seremonial, melainkan membawa harapan baru bagi penguatan sektor hulu dan hilir pertanian di salah satu lumbung pangan Sumatera Selatan tersebut.
Disambut Antusias, Simbol Harapan Baru
Sejak tiba di Bumi Sebiduk Sehaluan, Sudaryono disambut hangat oleh warga. Antusiasme tinggi terlihat dari sorak-sorai masyarakat yang menaruh harapan besar pada figur yang dinilai memahami rantai pasok pangan secara utuh mulai dari produksi di tingkat petani hingga distribusi di pasar.
APPSI OKU Timur Siap Kawal Harga dan Serapan Hasil Tani
Ketua DPD APPSI OKU Timur, Ida Bagus Alit Saputra, menegaskan komitmen organisasinya untuk menjadi penghubung strategis antara petani dan pasar.
“Kami siap mengawal kebijakan pusat dan bersinergi langsung dengan petani. Fokus utama kami memastikan hasil panen terserap optimal dan harga tetap stabil,” tegasnya.
Ia menyoroti persoalan klasik yang kerap terjadi saat panen raya, yakni anjloknya harga komoditas. Menurutnya, kolaborasi antara APPSI dan Kementerian Pertanian menjadi kunci untuk menciptakan sistem distribusi yang adil dan berkelanjutan.
Strategi Kolaborasi: Dari Sawah Hingga Pasar
Dalam arahannya, Sudaryono menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia membawa dua peran strategis: sebagai regulator di Kementerian Pertanian dan sebagai penghubung distribusi melalui APPSI.
Beberapa langkah prioritas yang didorong antara lain:
- Penyederhanaan rantai pasok untuk memangkas jalur distribusi yang panjang
- Stabilisasi harga melalui intervensi cepat saat terjadi gejolak pasar
- Modernisasi pertanian lewat dukungan teknologi dan sarana produksi
Harapan Besar untuk Petani OKU Timur
Kunjungan ini memantik optimisme masyarakat. Sinergi antara pemerintah pusat dan pelaku pasar dinilai dapat menjadi solusi nyata bagi persoalan klasik pertanian, khususnya ketimpangan harga antara petani dan pasar.
Dengan komitmen dari APPSI OKU Timur serta dukungan langsung dari Wamentan, masyarakat berharap kesejahteraan petani meningkat tanpa membebani konsumen.
Kegiatan ditutup dengan dialog interaktif bersama kelompok tani dan pedagang, menegaskan bahwa kebijakan tidak hanya hadir di atas kertas, tetapi langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. (*)









