Ogan Ilir, garudajelajah.com – Lahan pertanian milik warga di Desa Ulak Kembahang, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir, terancam gagal tanam akibat kekeringan yang melanda kawasan tersebut.
Kondisi itu terungkap saat kunjungan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Ogan Ilir bersama Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Sumatera Selatan yang didampingi pengurus Korcam Tani Merdeka Kecamatan Lubuk Keliat serta perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sudi Mampir, Kamis (14/5/2026).
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Ogan Ilir, Edy Patriansyah, S.T., mengatakan para petani saat ini diliputi keresahan karena potensi gagal tanam sudah di depan mata apabila tidak segera ada solusi dari pemerintah.
“Petani berharap ada langkah cepat dari pemerintah agar lahan pertanian yang ada tetap bisa ditanami dan produktivitas pangan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, petani menyampaikan sejumlah usulan sebagai solusi darurat menghadapi minimnya pasokan air di areal persawahan.
Salah satu usulan utama ialah peralihan varietas tanaman dari padi sawah menjadi padi gogo yang dinilai lebih tahan terhadap kondisi lahan kering dan keterbatasan air.
Selain itu, petani juga meminta pemerintah merealisasikan program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Menurut mereka, saluran sekunder yang ada saat ini sudah mengalami pendangkalan dan lokasinya terlalu jauh dari hamparan sawah warga sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan air untuk areal persawahan petani.
Program JIAT tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Palembang guna membantu penyediaan sumber air bagi lahan pertanian masyarakat.
Aspirasi para petani ini akan diteruskan secara berjenjang oleh DPD Tani Merdeka Indonesia Ogan Ilir kepada DPW Sumsel hingga ke Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia yang dipimpin Don Muzakir.
Para petani juga berharap persoalan kekeringan yang mengancam ketahanan pangan di wilayah Sumatera Selatan mendapat perhatian pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, melalui koordinasi dengan jajaran terkait di Tani Merdeka Indonesia. (Faris)









