Ponpes SMB II Tanamkan Kesadaran Hukum Berbasis Akhlak Sejak Dini

Palembang, garudajelajah.com – Pondok Pesantren SMB II menggelar kegiatan Pembekalan dan Masa Ta’aruf Santri (Matasantri) bagi santri dan santriwati baru dari jenjang MI (Madrasah Ibtidaiyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah), hingga MA (Madrasah Aliyah), yang juga dihadiri oleh para wali santri.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Pimpinan Ponpes SMB II, Ustadz Sony Suharsono, SH., M.Pd.I., dan turut dihadiri oleh Penasehat Hukum tetap Ponpes SMB II, H. Edison Wahidin, SH., MH., serta perwakilan Kanwil Kementerian Agama Sumatera Selatan, H. Nirwan.

Dalam kesempatan itu, H. Edison Wahidin yang akrab disapa Bung Edw menyampaikan materi penting terkait pembentukan karakter santri melalui pendekatan kesadaran hukum yang berakar dari akhlak.

“Saya juga pernah menjadi santri. Pendidikan agama dan umum harus berjalan seimbang. Yang paling penting adalah membangun kesadaran hukum, karena kesadaran hukum itu berawal dari akhlak,” ujar Bung Edw.

Ia menegaskan, seseorang yang memiliki akhlak mulia akan lebih mudah menaati aturan dan hukum. Sebaliknya, lemahnya akhlak kerap menjadi pemicu terjadinya pelanggaran.

“Oleh karena itu, pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter agar lahir generasi yang berilmu, beriman, dan taat hukum,” tambahnya.

Dalam pemaparannya, Bung Edw juga menyampaikan lima bekal utama yang harus dimiliki setiap santri, yaitu:

1. Iman yang kuat, sebagai landasan membedakan yang benar dan salah.

2. Akhlak yang mulia, sebagai mahkota seorang muslim.

3. Disiplin, karena kesuksesan tidak lahir dari kebiasaan bermalas-malasan.

4. Taat aturan, baik aturan agama, pesantren, maupun negara.

5. Semangat belajar, karena ilmu merupakan cahaya kehidupan.

Tak hanya kepada santri, Bung Edw juga memberikan pesan khusus kepada para wali santri agar berperan aktif dalam mendukung proses pendidikan di pesantren. Ia mengimbau agar wali santri mendukung seluruh kebijakan pesantren, tidak membela kesalahan anak, menjalin komunikasi yang baik dengan pihak pesantren, serta menjadi teladan dalam kejujuran, kedisiplinan, dan ibadah.

Kegiatan pembekalan dan Matasantri ini berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat, serta ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar para santri dapat menempuh pendidikan dengan baik dan menjadi generasi yang unggul di masa depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *