Tani Merdeka Indonesia Sumsel Dukung Penuh Langkah Taktis Dinas Pertanian Ogan Ilir di Desa Ulak Kembahang

Palembang, garudajelajah.com -Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Sumatera Selatan, Hariyono, meminta pemerintah dan jajaran terkait bergerak cepat menangani ancaman gagal panen (puso) akibat kekeringan yang melanda sekitar 300 hektare lahan persawahan di Desa Ulak Kembahang, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir.

Menurut Hariyono, kondisi tanaman padi milik petani saat ini sudah berada pada fase kritis sehingga membutuhkan langkah darurat tanpa terhambat proses birokrasi yang panjang.

“Kondisi di Ogan Ilir ini menjadi alarm serius bagi ketahanan pangan Sumatera Selatan. Tanaman padi petani sedang berada di fase yang sangat menentukan. Keterlambatan beberapa hari saja dalam penyaluran air dapat berujung pada gagal panen total. Karena itu, kami meminta birokrasi dipangkas dan penanganan dilakukan dengan prinsip kedaruratan,” tegas Hariyono, Minggu (24/5/2026).

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Ilir, khususnya bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), yang telah turun langsung ke lapangan bersama Tim Satgas dan Korcam Tani Merdeka untuk melakukan pemetaan wilayah terdampak kekeringan.

“Kami mengapresiasi respons cepat Dinas Pertanian Ogan Ilir bersama jajaran Satgas di lapangan. Langkah pemetaan sudah tepat, namun yang paling ditunggu petani saat ini adalah realisasi bantuan air dan penanganan konkret,” ujarnya.

Hariyono menilai solusi jangka pendek yang paling realistis saat ini adalah percepatan pompanisasi untuk mengalirkan air ke area sawah terdampak.

“Kami mendorong Dinas Pertanian Kabupaten maupun Provinsi segera mengalokasikan dan mengaktifkan mesin pompa penyedot air dari sumber-sumber terdekat agar dapat dialirkan ke sekitar 300 hektare sawah yang kini dalam kondisi kritis,” katanya.

Selain itu, dirinya memastikan Satgas Pangan Tani Merdeka Indonesia tetap bersiaga di lapangan guna mengawal distribusi bantuan agar tepat sasaran.

“Saya sudah menginstruksikan Satgas Pangan DPW dan seluruh pengurus Korcam di Ogan Ilir untuk terus mendampingi petani. Pastikan distribusi bantuan air maupun alat pompa berjalan merata dan tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” tambahnya.

Hariyono menegaskan, penyelamatan sawah di Ogan Ilir bukan hanya soal melindungi petani lokal, tetapi juga bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.

“Menjaga sawah tetap produktif hari ini berarti menjaga ketahanan pangan bangsa ke depan,” pungkasnya. (Faris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *