Indralaya, garudajelajah com – Sejumlah pekerja Tugas Karya PT Indonesia Power mendatangi Kantor PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Indralaya, Rabu (7/1/2026).
Rombongan yang berjumlah sekitar 20 orang tersebut dipimpin Ari Andriyadi selaku Ketua DPUK SP-PLNI Indonesia Power.
Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan aspirasi serta meminta dukungan atas status penugasan yang hingga kini belum mendapatkan kepastian.
Mereka menyambangi Ketua Umum SP-PLNI, Eko Sumantri, yang sehari-hari bertugas di PLN ULP Indralaya, dalam rangka silaturahmi sekaligus menyampaikan permasalahan ketenagakerjaan yang tengah dihadapi.
Ditempat yang sama Ari menjelaskan, para pekerja Tugas Karya meminta dukungan organisasi serikat pekerja agar mereka dapat kembali ditugaskan di kantor PLN di Palembang.
“Permintaan itu sejalan dengan anjuran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palembang tahun 2025 yang hingga kini belum diimplementasikan oleh manajemen,” ujarnya.
Dikatakannya, permasalahan ini berawal dari program Holding–Subholding PT PLN (Persero) yang diluncurkan pada September 2022. Program tersebut berdampak pada pengalihan pengelolaan aset pembangkitan PLN kepada anak perusahaan, di antaranya PT Indonesia Power dan PT Nusantara Power.
“Akibat kebijakan tersebut, para pegawai PLN yang bertugas di sektor pembangkitan diminta membuat pernyataan bersedia menjalani Tugas Karya ke anak perusahaan,” katanya.
Namun, menurut Ari, pernyataan itu dibuat dalam kondisi terpaksa dan belum didukung perjanjian kerja yang jelas antara perusahaan induk, subholding, dan para pekerja.
Dari ribuan pegawai yang menjalani Tugas Karya, sekitar 55 orang memilih menempuh jalur hukum dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).
Mereka telah melalui tahapan perundingan bipartit hingga mediasi di Disnaker yang menghasilkan anjuran agar Tugas Karya dibatalkan dan pekerja dikembalikan ke unit PLN sesuai domisili awal.
Namun hingga Januari 2026, anjuran Disnaker tersebut belum dijalankan oleh pimpinan PT PLN (Persero) maupun PT Indonesia Power. (Tim)









