DPW Tani Merdeka Indonesia Sumsel Kunjungi Kecamatan Muara Kuang, Bahas Program Tanam Tebu

Muara Kuang, garudajelajah.com – Dalam rangka perluasan tanam program tebu rakyat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Sumsel Kunjungi kelompok tani di kecamatan Muara Kuang kabupaten Ogan Ilir, Jumat (32/10/2025).

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sumsel Medi Ahmazon mengatakan, pada dekade tahun 1930 Indonesia pernah menjadi eksportir gula terbesar di dunia, khususnya dibawah pemerintahan Hindia Belanda

“Mempunyai sekitar 150 pabrik besar gula dengan hasil panen tebu di saat itu satu hektar menghasilkan 130 ton. Namun setelah bertahun-tahun kemudian dari 150 pabrik itu sisa nya tinggal 50 pabrik,”ujarnya.

Lanjut, ia mengatakan, 50 pabrik ini tidak mencukupi kebutuhan gula di dalam negeri akhirnya terjadi impor gula. Sehingga negara mengeluarkan dana dengan memangkas dari harga tebu yang seharusnya tinggi menjadi rendah.

“Makanya itu presiden Prabowo ingin negara hadir ditengah masyarakat, ditengah petani dengan harapan mampu membentuk satu kerangka pondasi peningkatan ekonomi rakyat khususnya desa bisa terbangun,” katanya.

Dikatakannya, program hilirisasi tebu ini bukan program dari Tani Merdeka tetapi program dari pemerintah yang dikawal oleh Tani Merdeka Indonesia bersama dengan petani, Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL), dan semuanya supaya bisa kita manfaatkan.

“Seandainya produksinya bisa mencapai 50 ribu ton perbulan berarti didesa tersebut atau di areal tersebut berhak mendapatkan pabrik. Jadi kedepan hilirisasi tebu atau gula ini nanti akan ada holding company atau induk perusahaan yang bernama Sumber Gula Nasional (SGN). Sumber Gula Nasional ini kemudian yang menentukan harga patokan yang akan di jual di LPI dan perusahaan lainnya,” bebernya.

“Karena hari ini kita tidak pernah tahu berapa rafaksi dari hasil penjualan pertanian atau perkebunan oleh sebab itu banyak orang yang tidak mau menjadi petani. Inilah kemudian fungsi dan tujuannya pemerintah hadir ditengah-tengah petani akan kita kawal secara bersama-sama,” tambahnya.

Masih dikatakannya, salah satu yang kawal yaitu organisasi Tani Merdeka Indonesia.

“Tani Merdeka Indonesia anggaplah rumah yang mewadahi Gapoktan kelompok tani yang didalamnya Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), PPL bersama-sama berjuang supaya petani bisa sejahtera. Ini merupakan program pemerintah yang kita kawal bersama-sama karena peruntukannya untuk petani jangan dimanfaatkan oleh segelintir orang,” tutupnya. (Faris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *